Pembukaan Mahad Imam Ibnu Qudamah Angkatan II

Alhamdulillah angkatan I telah menyelesaikan pelajarannya.

Setelah evaluasi dan beberapa pertimbangan, kami membuka kembali angkatan II, dengan syarat dan ketentuan yang sedikit berbeda dari sebelumnya.

Syarat peserta :

  1. Bisa membaca al-Qur’an dengan lancar,
  2. Sudah pernah membaca atau belajar ilmu mustholah hadits,
  3. Memiliki akun WhatsApp (untuk mendengarkan rekaman dan info-info di Kelas Angkatan II) dan Mixlr/Facebook (untuk login Kuliah Live via Mixlr)
  4. Siap mengikuti kuliah live dan mendengarkan materi rekaman sampai selesai kuliah, selama kurang lebih 7 kali pertemuan live.
  5. Membayar biaya administrasi dan Modul Mahad (Materi tiap pertemuan + Tsabat al-Wajazah dan Tsabat Bahr al-Atiq jilid 2, modul dikirim ke alamat masing-masing), Rp. 235.000.

Materi kuliah :

  1. Mukadimah ilmu riwayah
  2. Musalsal bil Awwaliya, riwayah dan dirayah
  3. Musalsal bil Mahabah, riwayah dan dirayah
  4. Musalsal Hanabilah, riwayah dan dirayah
  5. Membaca Awail,
  6. Riwayat Kitab-Kitab,
  7. Tes akhir

Waktu kuliah :

Setiap Sabtu, Pagi (09.00) dan malam (09.00), bila ada perubahan akan diberitahukan.

Pemateri :

Abu Abdillah as-Surianji (Pemegang ijazah lebih dari 150 musnid)

Fasilitas :

  1. Modul (Makalah, Tsabat al-Wajazah dan Bahr Atiq jilid 2), dikirim ke alamat masing-masing peserta
  2. Syahadah Mahad Bagi Yang Lulus,
  3. Syahadah Sama’i dan Ijazah khusus, bagi yang berhak
  4. Ijazah ammah bagi yang berhak,

Perkuliahan melalui Mixlr :

Mixlr bisa didownload disini        :

(Windows)

(Mac OS X)

(android/smartphone)

Ini kajian bagi pemula, jadi kepada yang pernah belajar ini sebelumnya harap memberi kesempatan kepada yang lain karena peserta terbatas hanya maksimal 25 orang.

Info lebih lanjut hubungi WA : 087746600300

Pendaftaran sampai dengan 6 Mei 2016.

Perkuliahan di mulai 7 Mei 2016.

Kiprah-Kiprah Luar Biasa Dalam Menekuni Ilmu Dan Agama

Oleh : Ust. Abu Asybal Nidhol Masyhud*
 

Dalam bentang sejarah peradaban umat Islam, para ulama terdahulu telah mengerahkan kiprah-kiprah luar biasa sekaligus jasa besar bagi umat ini. Di tangan merekalah—atas izin Allah—lahir cabang-cabang ilmu keilslaman yang tersajikan sedemikian matang dan sistematis sebagaimana bisa dinikmati oleh generasi sekarang dalam karya-karya yang mereka wariskan. Dalam tulisan ini, kita akan menelisik lebih dekat bagaimana gambaran semangat dan kerja keras yang dulu dikerahkan oleh para ulama dalam menekuni ilmu, baik ketika berguru, ketika mempelajari ilmu, maupun ketika menyebarkan ilmu dengan cara mengajarkannya dan menulis karya-karya.

Continue reading

Mencari Ijazah Dan Meluruskan Wala’ Wal Bara

Tulisan berikut ini adalah terjemahan Ustadz Abu Maryam Askary Shibghatulhaq As-Samarany Al-Indunisy. Beliau pernah belajar Di Mahad Aly Lid Dirasat Islamiyyah, Haj Yusuf, di Sudan. Beliau meriwayatkan dengan ijazah dari Syaikh Musa’ad bin Basyir As-Sudani, Syaikh Dhahiruddin Al-Mubarakfuri, Syaikh Ghulamullah Rahmaty dan lain-lain.

Diambil dari Risalah Syaikh al-Musnid Badr Thami al-Uthaibi hafizahullahu yang berjudul : طلب الإجازة وتحقيق الولاء والبراء

Continue reading

Mencari Bait al-Hadits

Oleh : Abu Abdillah as-Surianji

kattaniyyan

Diantara Ahli Riwayah terdapat istilah “Bait al-Hadits”, kadang ditambah, “Bait al-Hadits wal-Riwayah”. Istilah ini diperuntukkan bagi sebuah keluarga yang banyak anggota dalam silsilah keluarganya sibuk dengan hadits, menerima dan meriwayatkan hadits. Misalnya tentang Abu Qasim Ubaidullah bin Abi al-Faraj Ali bin Hazm Muhammad al-Baghdadi al-Hanbali, berkata Ibn al-Anjab, “Beliau dari BAIT AL-HADITS, telah meriwayatkan hadits: dia, bapaknya, kakeknya dan kakek bapaknya”. (Masyikhat Na’alil Baghdadi Muhammad Ibn al-Anjab (575 – 659 H) [1], takhrij al-Mundziri, hal. 71, lihat semisal juga 81, 87, 89,91, 108, 115, 119, 129 dst, dan Masyikhat Ibn Jama’ah hal. 329).

Continue reading

Muhammad Athoullah Hanif

Oleh : Abu Abdillah as-Surianji

Ijazah Athaullah Hanif

Muhammad Athoullah Hanif [1] bin Mayan Shadruddin Husein al-Fujiyani, Abu Ath-Thayyib (w. 1987 M), Penulis at-Ta’liqah as-Salafiyah ala Sunan an-Nasai. Guru kami al-Muhadits Ashim bin Abdullah al-Quryuthi hafizahullahu dalam ijazahnya kepadaku menjuluki gurunya itu dengan, “al-Hafizh al-Zahid”. Gelar al-Hafizh diantara ulama India biasanya diperuntukan bagi mereka dengan banyaknya hapalan atau tingginya keilmuwan. Dalam muqadimah at-Ta’liqah as-Salafiyah, guru kami al-Quryuthi menggelarinya, “Nashir as-Sunnah, al-Muhadits, al-Faqih, al-Zahid, al-Wara’, al-Qudwah, al-Imam, al-Allamah Abu Thayyib…”. Gelar Nashir as-Sunnah memang pantas bagi beliau melihat kegigihan dakwah beliau menyeru kepada sunnah di India dan sekitarnya. Beliau telah mendirikan perkumpulan, penerbitan, markaz, mengajar dan menulis untuk itu semua, rahimahullahu Ta’ala.

Continue reading

Taqrith Syaikh al-Musnid Prof. Dr. Walid Idris al-Manisi Untuk Kitab Sanad Ijazah 100 Ulama

New Picture (11)11150482_10205387113174996_1055174743159734012_n

 

 

 

 

 

 

 

 

Terjemah Bebas

 

Alhamdulillahi Rabil alamin, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Sayyid al-Awwalin wal Akhirin, dan kepada Keluarga dan Sahabatnya semuanya, wa ba’du,

Sesungguhnya Shahibul Fadhilah asy-Syaikh Abu Abdillah Rikrik Aulia Rahman bin Jusmana bin Ajon bin Mad Sidri bin Hasan as-Surianji –hafizahullahu- sungguh telah menulis sebuah kitab yang berjudul : Sanad Ijazah 100 Ulama Pengikut Atsar, yang berisi biografi 100 ‘alim ulama, beserta isnad periwayatan mereka dalam Bahasa Indonesia. Aku telah memeriksa kitab tersebut dan ku jumpai ternyata sebuah kitab yang bermanfaat. Isnad adalah bagian dari agama, yang demikian itu kekhususan umat ini. Dan kitab tersebut diatas mengupas silsilah perjuangan para ulama dalam mempertahankan ketersambungan sanad-sanad Hadits Nabawi asy-Syarif dan kitab-kitab ilmu keislaman. Semoga Allah menjadikan kitab ini bermanfaat khususnya bagi para pembaca di indonesia, dan kaum muslimin secara umum, amiin.

Wabillahitaufiq,

5 Shafar 1437 H

 

Pimpinan Universitas Islamiyah Minnesota

Ketua Persatuan Imam-Imam Se-Amerika

Anggota Lajnah Da’imah lil Ifta bi Majma Fuqaha Syari’ah di Amerika

Walid bin Idris bin Abdul Aziz al-Manisi

Syaikh al-Musnid Dhahiruddin al-Mubarakfuri

Oleh : Abu Abdillah as-Surianji

(Majalah Riwayah Edisi 11/Thn 2/Bln 5/1436)

New Picture

Edisi ini, pertama kali kami akan ketengahkan profil ulama asal India –walupun secara singkat- yang selama ini jarang disebut-sebut. Kekurangpopuleran mereka dimata orang awam nan jahil, tidak menghilangkan kehebatan dan keutamaan mereka dimata ahli ilmu yang mengetahui kedudukan sepantasnya untuk mereka.

Nama beliau : Dhahiruddin Husein Aabdi bin Muhammad Bahadur Husein Aabdi ar-Rahmani al-Mubrakfuri al-Atsari. Bapaknya Muhammad Bahadur Husein Aabdi dikenal pula dengan Abd as-Shubhan Husein Aabdi. Sedangkan Husein Aabdi adalah tambahan nama yang disebut dalam kartu identitas resmi pemerintah. Sedang kunyah beliau Abu Dzulqarnain Sirojuddin. Dalam KTP nya disebutkan kalau beliau lahir tanggal 1 bulan 7 tahun 1923 M atau bertepatan dengan tanggal 18 bulan Dzul Qa’dah tahun 1341 H, tetapi syaikh mengatakan bahwa tanggal kelahiran sebenarnya lebih awal dari itu, yaitu sekitar tahun 1338 H atau 1920 M. Syaikh menikah dua kali dan dikaruniai keturunan dari kedua istrinya.

Continue reading

al-Qadhi Abdul Aziz bin Ismail al-Wasyah

Oleh : Abu Abdillah as-Surianji

(Majalah Riwayah Edisi 12/Thn 2/Bln 6/1436 hal 19-21)

al-wasyah

Inilah profil singkat asy-Syaikh al-Mu’ammar al-Faqih al-Qadhi Abdul Aziz bin Ismail bin Muhammad al-Wasyah al-Ibi, berasal dari kota Ib, di Yaman bagian tengah. Mungkin beliau tidak semasyhur ulama-ulama Yaman lain yang banyak muridnya di Indonesia, tapi sudah pasti beliau lebih kibar dalam usia dan pengalamannya.

Syaikh lahir pada akhir ramadhan sekitar tahun 1347 H atau kurang lebih 1928 M, Ada yang menukil kalau Syaikh lahir tahun 1945 M, ini keliru. Syaikhuna al-Mu’ammar al-Qadhi Ali bin Qasim alu Tharisy al-Fifiy –seorang ulama, murid Syaikh al-Hafizh al-Hakimi di Mekkah- ditanya oleh seorang muridnya tentang Syaikh Abdul Aziz al-Wasyah: “apakah anda mengenalnya?”. Beliau berkata, “Aku mengenalnya, beliau lebih tua dariku dua tahun”, seperti kita ketahui, Syaikh al-Fify lahir tahun 1348 H. Maka jika dihitung-hitung usia Syaikh al-Wasyah sekarang ini sekitar 89 tahun, jauh lebih senior daripada Syaikh Rabi al-Madkhali yang legendaris itu. Sebuah usia yang bisa membuat beliau termasuk ulama “kibar” tentu jika termasuk dalam syarat-syarat “mereka”. Padahal Syaikh termasuk yang hampir 10 tahun belajar kepada Syaikh al-Mufti Abdul Aziz bin Baz dan bahkan menjadi qari dalam beberapa durusnya, atas permintaan Syaikh Bin Baz sendiri, terutama dalam durus Bulughul Marom di Mahad al-Ilmi Riyadh.

Continue reading

Ibn Unabi al-Atsari

ibn_unabi

Ulama Ahlus Sunnah tersebar ke berbagai negeri. Namun sayang sekali, banyak yang mengaku Ahlus Sunnah tapi tidak mengenal ulamanya kecuali sebatas hitungan jari. Kalau lah yang demikian adalah orang awam mungkin bisa dimaklumi, maka bagaimana jika hal itu menimpa para penuntut ilmu?. Maka inilah biografi singkat salah satu Ulama Ahlus Sunnah dari Aljazair, yang merupakan guru dari Penulis Kitab Fathul Majid Syarh Kitab at-Tauhid.

Continue reading