Ibn Unabi al-Atsari

ibn_unabi

Ulama Ahlus Sunnah tersebar ke berbagai negeri. Namun sayang sekali, banyak yang mengaku Ahlus Sunnah tapi tidak mengenal ulamanya kecuali sebatas hitungan jari. Kalau lah yang demikian adalah orang awam mungkin bisa dimaklumi, maka bagaimana jika hal itu menimpa para penuntut ilmu?. Maka inilah biografi singkat salah satu Ulama Ahlus Sunnah dari Aljazair, yang merupakan guru dari Penulis Kitab Fathul Majid Syarh Kitab at-Tauhid.

Beliau adalah Muhammad bin Mahmud bin Muhammad bin Husein bin Muhammad bin Isa al-Jazairi al-Hanafi al-Atsari, Abu Abdillah, yang masyhur dengan julukan Ibn Unabi (w. 1267 H). al-Allamah, Qadhi Aljazair, pernah menjadi Mufti Iskandariyah dan Mudaris di al-Azhar Mesir. Para penulis biografi biasanya menjuluki ‘al-Atsari’ kepada mereka yang tidak diketahui condong kepada salah satu mazhab fiqh. Adapun beliau  disebut ‘al-Hanafi al-Atsari’ karena mazhab beliau Hanafi, tapi tidak ta’ashub kepada mazhabnya.

Keluarganya

Beliau berasal dari Bait al-Hadits, keluarga ulama Hanafi di wilayah Aljazair. Bapaknya Mahmud (w. 1236 H) adalah ulama Hanafiyah dan salah satu orang terpandang di negerinya. Kakeknya Muhammad (w. 1203 H), bahkan Qadhi Hanafiyyah di Aljazair. Bapak kakeknya Husein (w. 1150 H) adalah Mufti Hanafiyah disana, laqabnya Syaikhul Islam, ia telah menulis sebuah kitab tafsir. Begitu pun saudaranya dari pihak ibu yang bernama Mushtofa, adalah seorang Fuqaha Hanafiyah (w. 1131 H) yang memiliki sejumlah tulisan.

Guru-gurunya,

Maka beliau tumbuh dalam lingkungan ilmu. Kepada Bapaknya ia membaca al-Qur’an, kitab-kitab fiqh Hanafi, dan juga berbagai macam ilmu lainnya. Kepada beliau pula, ia membaca Shahih Bukhori sampai khatamnya dan juga darinya ijazah. Beliau pun sempat menjumpai Kakeknya, membaca kepadanya sejumlah hadits dari Shahih Bukhori dan ijazah darinya. Beliau bertemu juga dengan Mufti Malikiyah dizamannya, Syaikh Ali bin Abdul Qadir bin al-Amin, membaca kepadanya sebagian Shahih Bukhori dan Muslim, sejumlah musalsal, dan ijazah. Beliau disebutkan juga meriwayatkan Musalsal bil Awwaliya dari Hamudah bin Muhammad al-Muqayisi al-Jazairi, juga ijazah dari Syaikh Muhammad Shalih al-Bukhori ar-Radhawi.

Aqidahnya

Dalam aqidah, al-Mu’arikh Ibn Ghanam dalam Tarikhnya (hal. 93) mengutip bahwa Ibn Unabi menyebut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab sebagai mujadid, padahal masyhur dizaman itu tuduhan buruk kepadanya. Hal demikian, menunjukan kalau Syaikh Ibn Unabi ini memiliki pemahaman serupa dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Begitu pula menurut Muridnya al-Allamah Abdurrahman bin Hasan alu Syaikh, beliau berkata, “Aku menjumpai di Mesir, Mufti Aljazair Muhammad bin Mahmud al-Jazairi al-Hanafi al-Atsari, aku menjumpai beliau memiliki aqidah yang baik..”.

ijazah ibn unabi pd as-saqqa

Ijazah Ibn Unabi kepada Ibrahim as-Saqqa lembar pertama dengan tulisan tangannya sendiri

Murid-Muridnya dan Bagaimana Penulis Tersambung Kepada Mereka,

Telah meriwayatkan darinya para ulama kenamaan, diantaranya yang tersambung kepada mereka melalui qira’at dan ijazah (khusus dan ammah) :

  1. Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahab, seperti telah kami sebutkan, tersambung kepadanya melalui Syaikhuna Muhammad bin Abdurrahman alu Syaikh dari Hamad bin Faris darinya.
  1. Abdul Latif bin Abdurrahman, anak yang pertama, tersambung kepadanya melalui Syaikhuna Muhammad bin Abdurrahman alu Syaikh dari Sa’ad bin Atiq dari Ahmad bin Isa darinya,
  1. Muhammad Khalil al-Qawuqji Abu Mahasin,
  2. Ibrahim as-Saqqa, tersambung kepada keduanya (3-4) melalui Syaikhah Fathimah binti Muhammad Syamsuddin bin Al-Allamah Muhammad Abu Nashr bin Al-Allamah Muhammad Abi Al-Mahasin al-Qawuqji yang meriwayatkan dari Kakeknya Abu Nashr dari Bapaknya, dan dari Ibrahim as-Saqqa. Kepada al-Burhan Ibrahim as-Saqqa, penulis melalui banyak jalan lain yang ‘aliy, diantaranya melalui Syaikhuna al-Mu’ammar Mu’awadh ‘Awadh Ibrahim dari Ali Surur Al-Jankaluni darinya. Juga dari Syaikh al-Mu’ammar Ali Abu Aisyi dan Syaikh al-Mu’ammar Yusuf bin Mahmud al-‘Atum al-‘Urduni, keduanya dari Badruddin al-Hasani darinya.
  1. Muhammad Shalih al-Banna, tersambung kepadanya melalui Syaikhuna Abdurrahman bin Abdul Hay bin Abdul Kabir bin Muhammad al-Kattani dari Bapaknya dari Bapaknya dari Bapaknya darinya.
  1. Dan lainnya, sebagaimana disebutkan dalam risalah khusus Syaikhuna Muhammad Ziyad at-Tuklah yang dikumpulkan disana ijazah-ijazah Ibn Unabi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *