Syaikh al-Musnid Dhahiruddin al-Mubarakfuri

Oleh : Abu Abdillah as-Surianji

(Majalah Riwayah Edisi 11/Thn 2/Bln 5/1436)

New Picture

Edisi ini, pertama kali kami akan ketengahkan profil ulama asal India –walupun secara singkat- yang selama ini jarang disebut-sebut. Kekurangpopuleran mereka dimata orang awam nan jahil, tidak menghilangkan kehebatan dan keutamaan mereka dimata ahli ilmu yang mengetahui kedudukan sepantasnya untuk mereka.

Nama beliau : Dhahiruddin Husein Aabdi bin Muhammad Bahadur Husein Aabdi ar-Rahmani al-Mubrakfuri al-Atsari. Bapaknya Muhammad Bahadur Husein Aabdi dikenal pula dengan Abd as-Shubhan Husein Aabdi. Sedangkan Husein Aabdi adalah tambahan nama yang disebut dalam kartu identitas resmi pemerintah. Sedang kunyah beliau Abu Dzulqarnain Sirojuddin. Dalam KTP nya disebutkan kalau beliau lahir tanggal 1 bulan 7 tahun 1923 M atau bertepatan dengan tanggal 18 bulan Dzul Qa’dah tahun 1341 H, tetapi syaikh mengatakan bahwa tanggal kelahiran sebenarnya lebih awal dari itu, yaitu sekitar tahun 1338 H atau 1920 M. Syaikh menikah dua kali dan dikaruniai keturunan dari kedua istrinya.

Continue reading

al-Qadhi Abdul Aziz bin Ismail al-Wasyah

Oleh : Abu Abdillah as-Surianji

(Majalah Riwayah Edisi 12/Thn 2/Bln 6/1436 hal 19-21)

al-wasyah

Inilah profil singkat asy-Syaikh al-Mu’ammar al-Faqih al-Qadhi Abdul Aziz bin Ismail bin Muhammad al-Wasyah al-Ibi, berasal dari kota Ib, di Yaman bagian tengah. Mungkin beliau tidak semasyhur ulama-ulama Yaman lain yang banyak muridnya di Indonesia, tapi sudah pasti beliau lebih kibar dalam usia dan pengalamannya.

Syaikh lahir pada akhir ramadhan sekitar tahun 1347 H atau kurang lebih 1928 M, Ada yang menukil kalau Syaikh lahir tahun 1945 M, ini keliru. Syaikhuna al-Mu’ammar al-Qadhi Ali bin Qasim alu Tharisy al-Fifiy –seorang ulama, murid Syaikh al-Hafizh al-Hakimi di Mekkah- ditanya oleh seorang muridnya tentang Syaikh Abdul Aziz al-Wasyah: “apakah anda mengenalnya?”. Beliau berkata, “Aku mengenalnya, beliau lebih tua dariku dua tahun”, seperti kita ketahui, Syaikh al-Fify lahir tahun 1348 H. Maka jika dihitung-hitung usia Syaikh al-Wasyah sekarang ini sekitar 89 tahun, jauh lebih senior daripada Syaikh Rabi al-Madkhali yang legendaris itu. Sebuah usia yang bisa membuat beliau termasuk ulama “kibar” tentu jika termasuk dalam syarat-syarat “mereka”. Padahal Syaikh termasuk yang hampir 10 tahun belajar kepada Syaikh al-Mufti Abdul Aziz bin Baz dan bahkan menjadi qari dalam beberapa durusnya, atas permintaan Syaikh Bin Baz sendiri, terutama dalam durus Bulughul Marom di Mahad al-Ilmi Riyadh.

Continue reading