Kiprah-Kiprah Luar Biasa Dalam Menekuni Ilmu Dan Agama

Oleh : Ust. Abu Asybal Nidhol Masyhud*
 

Dalam bentang sejarah peradaban umat Islam, para ulama terdahulu telah mengerahkan kiprah-kiprah luar biasa sekaligus jasa besar bagi umat ini. Di tangan merekalah—atas izin Allah—lahir cabang-cabang ilmu keilslaman yang tersajikan sedemikian matang dan sistematis sebagaimana bisa dinikmati oleh generasi sekarang dalam karya-karya yang mereka wariskan. Dalam tulisan ini, kita akan menelisik lebih dekat bagaimana gambaran semangat dan kerja keras yang dulu dikerahkan oleh para ulama dalam menekuni ilmu, baik ketika berguru, ketika mempelajari ilmu, maupun ketika menyebarkan ilmu dengan cara mengajarkannya dan menulis karya-karya.

Continue reading

Mencari Ijazah Dan Meluruskan Wala’ Wal Bara

Tulisan berikut ini adalah terjemahan Ustadz Abu Maryam Askary Shibghatulhaq As-Samarany Al-Indunisy. Beliau pernah belajar Di Mahad Aly Lid Dirasat Islamiyyah, Haj Yusuf, di Sudan. Beliau meriwayatkan dengan ijazah dari Syaikh Musa’ad bin Basyir As-Sudani, Syaikh Dhahiruddin Al-Mubarakfuri, Syaikh Ghulamullah Rahmaty dan lain-lain.

Diambil dari Risalah Syaikh al-Musnid Badr Thami al-Uthaibi hafizahullahu yang berjudul : طلب الإجازة وتحقيق الولاء والبراء

Continue reading

Mencari Bait al-Hadits

Oleh : Abu Abdillah as-Surianji

kattaniyyan

Diantara Ahli Riwayah terdapat istilah “Bait al-Hadits”, kadang ditambah, “Bait al-Hadits wal-Riwayah”. Istilah ini diperuntukkan bagi sebuah keluarga yang banyak anggota dalam silsilah keluarganya sibuk dengan hadits, menerima dan meriwayatkan hadits. Misalnya tentang Abu Qasim Ubaidullah bin Abi al-Faraj Ali bin Hazm Muhammad al-Baghdadi al-Hanbali, berkata Ibn al-Anjab, “Beliau dari BAIT AL-HADITS, telah meriwayatkan hadits: dia, bapaknya, kakeknya dan kakek bapaknya”. (Masyikhat Na’alil Baghdadi Muhammad Ibn al-Anjab (575 – 659 H) [1], takhrij al-Mundziri, hal. 71, lihat semisal juga 81, 87, 89,91, 108, 115, 119, 129 dst, dan Masyikhat Ibn Jama’ah hal. 329).

Continue reading